Promo
Alokasi TSEL Stok Unit
Pelanggan Yth,
Bagi yang berminat buat menyediakan stok unit H2H sendiri, kami telah siap melayani pesanan

Pelanggan Yth,
Bagi yang berminat buat menyediakan stok unit H2H sendiri, kami telah siap melayani pesanan

SELAMAT DATANG
Di situs kami, Peluang dan harapan akan anda temukan disini dalam melakukan bisnis pulsa elektrik yang yaman, aman, dan satabil. Kenapa???
karena kami memang peduli dgn para dealer kami dalam hal kepuasan dan kemajuan bisnis yang mereka jalankan. Silahkan ber bagi informasi dan sharing dengan para marketing kami yang ramah dan selalu memberikan waktu buat anda yang tidak anda temukan di distributor pulsa yang lain.
selamat Bergabung di layanan kami
Salam
CENDANA2000


BEIJING - Kendati pemerintah China menerapkan berbagai aturan ketat tentang Informasi Komunikasi Teknologi (ICT)), ternyata tidak membuat penggunaan ponsel di negara tersebut menurun. Bahkan, mengalami lonjakan yang signifikan.
Data yang dilansir Kementerian Industri dan Teknologi Informasi menunjukan kalau hingga akhir Mei lalu, pengguna ponsel di negeri Tirai Bambu telah mencapai angka 689.95 juta. Tak pelak jumlah ini meningkat 1,20 persen dari bulan lalu, dan 16,01 dari tahun 2008.
Seperti yang dilansir About Electronics, Rabu (1/7/2009), dengan jumlah 689,95 pengguna ponsel, itu berarti sebagian besar atau 50.7 persen penduduk China telah menggunakan ponsel, baik itu yang berada kota maupun di pedesaan.
Kementerian juga mencatat, sebanyak 331,54 juta telah menjadi pelanggan telepon fixed line atau telepon rumah, ini artinya ada kenaikan 25,3 persen dari bulan Febuari. Lalu lintas jaringan ponsel, juga memperlihatkan selama Mei 2009, telah ada 64,3 miliar pesan singkat yang terkirim. (srn)
MELBOURNE - Pengguna ponsel kebanyakan menganggap jika data penting di dalam ponsel dapat terhapus sepenuhnya. Padahal pendapat tersebut salah sama sekali.
Setiap tahun ada jutaan ponsel yang hilang atau dibuang dengan beragam informasi pribadi di dalamnya. Meskipun sudah terbuang, sebuah studi melaporkan bahwa dalam ponsel tidak sepenuhnya dapat terhapus. Hal inilah yang dapat menjadi bumerang jika disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung.
Laporan studi itu didapat dari penelusuran uji coba yang dilakukan British Telecom, Glamorgan University, Australia's Edith Cowan University dan Sim Lifecycle Services.
Sekumpulan peneliti itu menemukan bahwa data-data yang tersimpan di dalam ponsel tidak bisa dihapus sepenuhnya. Hal itu dikarenakan ponsel tidak seperti Personal Computers (PC) yang berarsitektur terbuka. Sebaliknya, ponsel layaknya sebuah buku tertutup dengan macam-macam data di dalamnya.
"Sudah dari lama masalah pembersihan data dari ponsel ini dibicarakan dengan pihak Nokia," papar direktur dari Sims Lifecycle Services Jon Godfrey seperti dilansir dari Big News Network, Selasa (7/10/2008).
Sungguh ironis sebenarnya karena di tengah industri ponsel yang berlomba-lomba meluncurkan perangkat telekomunikasi dengan kapasitas memori yang besar, masalah keamanan penyimpanan data belum dijamin sepenuhnya oleh vendor bersangkutan. Padahal dari penelitian ini ditemukan masih banyak pengguna handset yang menganggap remeh seberapa berharga data yang tersimpan di handset mereka.
"Sampai saat ini belum ada alat khusus yang sepenuhnya bisa membersihkan ponsel dari data. Maka dari itu, penting kiranya bagi tiap-tiap pengguna untuk melindungi data mereka sendiri," jelas seorang professor dari departemen forensik komputer Glamorgan University Andrew Blyth.

